Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Perancah Kemnaker RI

Program Pelatihan Teknisi Perancah (scaffolding) Sertifikasi Kemnaker RI dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasangan, pembongkaran, dan inspeksi perancah di tempat kerja.

pelatihan teknisi scaffolding

Persyaratan Peserta

Pelatihan Teknisi K3 Perancah sebagai berikut :

  • Berpendidikan minimal STM/sederajat
  • Berpengalaman minimal 2 tahun
  • KTP
  • Surat Rekomendasi training dari Perusahaan
  • Surat Keterangan Kerja
  • Pas Photo latar merah
  • Surat Keterangan Sehat
  • Form Fakta Integritas Training

Materi Pelatihan Teknisi Perancah

  • Undang – undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan kerja
  • Peraturan Menteri tenaga Kerja No. 1 Tahun 1980 tentang K3 Konstruksi Bangunan
  • SK Bersama  Menaker & MenPUPR No 174/Men/1986 dan No.104/Kpts/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan Konstruksi bangunan
  • Pengetahuan Dasar Perancah
  • Jenis – Jenis Perancah
  • Standar dan pedoman Teknis Perancah
  • Dasar-dasar Perhitungan konstruksi Perancah
  • Supervisi Perancah
  • Penggunaan Perancah yang aman
  • Pemasangan dan Pembongkaran Perancah
  • Praktek Lapangan
  • Ujian

Durasi

Pelatihan teknisi perancah scaffolding dilaksanakan selama 4 hari dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 wib. Skema Training Offline di Bandung, Jawa Barat

Jadwal Terdekat

Pelatihan Teknisi Perancah 18 – 21 Agustus 2026 hadir di Kota Bandung. 

Bhakindo sebagai penyelenggara pelatihan K3 Sertifikasi Operator Genset Kemnaker terbaik dan berpengalaman selama beberapa tahun.

Investasi

Biaya Pelatihan K3 Teknisi Perancah (Scaffolding): Rp 5.500.000.- 

Pembayaran dapat dilakukan melalui:

  • Pembayaran langsung ke PT. Bhakti Katiga Indonesia
  • Transfer ke rekening Bank Mandiri 177-00-2050510-0 a.n. PT. Bhakti Katiga Indonesia (min. 3 hari sebelum training)

Fasilitas Pelatihan

  • Sertifikat Teknisi K3 Perancah Kemnaker RI
  • Modul
  • Soft Copy Materi
  • Polo T-Shirt
  • Tote Bag
  • Alat Tulis
  • Sertifikat Internal Bhakindo
  • Souvenir Bagi Peserta Terbaik 
pelatihan teknisi scaffolding

Tujuan

Pelatihan Scaffolding bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para teknisi perancah agar kompeten dan profesional dalam perencanaan, pemasangan, pemeriksaan, dan pengawasan perancah.

Tugas Teknisi Perancah

  1. Perencanaan dan Persiapan Komponen Perancah
  • Memeriksa Gambar Desain: Mempelajari cetak biru (blueprint) dan spesifikasi teknis struktur perancah yang akan dibangun.
  • Inspeksi Material: Memeriksa kelayakan pipa, clamp (penjepit), papan (platform), base plate, dan pin pengunci untuk memastikan tidak ada material yang retak, berkarat, atau cacat.
  • Menghitung Beban (Load Capacity): Memastikan perancah yang dirakit mampu menahan beban pekerja, alat-alat, dan material bangunan sesuai ambang batas aman.
  1. Perakitan dan Pemasangan Perancah (Erection)
  • Mempersiapkan Landasan: Memastikan permukaan tanah atau fondasi kokoh, rata, dan menggunakan sole plat / mudsill jika diperlukan agar perancah tidak amblas.
  • Merakit Struktur: Memasang tiang vertikal (standard), pipa horizontal (ledger & transom), serta pipa silang (bracing) untuk kestabilan struktur.
  • Pemasangan Platform & Guardrail: Memasang papan lantai kerja tanpa celah berbahaya, serta memasang pagar pengaman (handrail dan midrail) serta toe board untuk mencegah pekerja atau barang jatuh.
  1. Pemeriksaan, Pemeliharaan, dan Pemberian Tagging (Scafftag)
  • Inspeksi Berkala: Melakukan pemeriksaan rutin sebelum perancah digunakan pertama kali, setelah cuaca buruk (hujan/angin kencang), atau minimal seminggu sekali.
  • Pemasangan Scafftag:
    • Hijau (Green Tag): Perancah aman digunakan.
    • Kuning (Yellow Tag): Perancah dalam modifikasi/butuh perhatian khusus (gunakan APD tambahan).
    • Merah (Red Tag): Perancah tidak aman / dilarang keras dinaiki.
  1. Pembongkaran Perancah (Dismantling)
  • Prosedur Urutan Terbalik: Membongkar komponen perancah secara bertahap dari atas ke bawah secara aman.
  • Zonasi Bahaya: Memastikan area bawah pembongkaran steril dari pekerja lain dengan memasang garis pembatas (barricade).
  • Penyimpanan Kembali: Menurunkan material dengan hati-hati (tidak boleh dilempar) dan merapikannya kembali ke gudang logistik.

Latar Belakang Pelatihan Teknisi Perancah

Program Pelatihan Teknisi Scaffolding dilaksanakan untuk memastikan minimnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja. Maka dari itu sesuai Kep Dirjen No.20 tahun 2004 tentang Sertifikasi Kompetensi K3 bidang Konstruksi bangunan. Mewajibkan setiap industri yang memiliki seorang perancah atau scaffolding harus memiliki lisensi K3.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh Sertifikat dan Lisensi K3 teknisi perancah , yang menjadi bukti kompetensi dan kemampuan mereka dalam menerapkan standar keselamatan yang diperlukan. Sertifikasi ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri teknisi dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam hal kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kerja.